Claudio Ranieri pelatih baru Inter Milan

Claudio Ranieri

Caludio Ranieri pernah menangani klub-klub besar seperti Chelsea dan Juventus.

Mantan pelatih Chelsea dan Juventus, Claudio Ranieri, dikabarkan telah menandatangani kontrak dua tahun untuk menjadi pelatih baru Inter Milan.

Perwakilan Ranieri, Giuseppe Bozzo sudah bertemu dengan Wakil Presiden Inter Milan, Rinaldo Ghelfi, Rabu (21/09) malam waktu Italia.

Pertemuan terjadi hanya berselang beberapa jam setelah manajemen Inter Milan memecat Gian Piero Gasperini.

Sejumlah media Italia bahkan memberitakan Ranieri -yang semasa melatih Chelsea dikenal dengan julukan The Tinkerman- dijadwalkan sudah memimpin latihan Javier Zanetti dan kawan-kawannya pada Kamis (22/09).

Meski pernah menangani sejumlah klub besar seperti Chelsea, Juventus, AS Roma dan Valencia, Ranieri lekat dengan predikat ‘nyaris juara’.

Satu-satunya trofi yang pernah diraihnya adalah Piala Italia 1996 bersama Fiorentina dan sebuah Piala Spanyol saat menangani Valencia pada 1999.

Bagi Ranieri, ini adalah pekerjaan pertamanya setelah mundur dari AS Roma pada Februari lalu setelah mengalami empat kali kekalahan beruntun.

Di musim pertamanya menangani Roma pada 2009 lalu, Ranieri nyaris memberikan gelar scudetto untuk tim ibukota itu.

Sayang di saat-saat terakhir, Inter Milan yang saat itu ditangani Jose Mourinho menyalip dan akhirnya menjadi juara.

“Inter adalah klub besar, kami harus kembali berlari setelah start buruk ini. Inter memiliki semuanya untuk mengangkat prestasi tim.”

Ranieri kini menjadi pelatih keempat yang menangani klub berseragam biru hitam itu sejak kepindahan Jose Murinho ke Real Madrid.

Di tangan Mourinho, Inter kembali meraih kejayaannya. Namun, para pelatih selanjutnya seperti Rafael Benitez, Leonardo dan Gian Piero Gasperini gagal mempertahankan performa Inter.

Gasperini bahkan tidak bisa memberikan kemenangan di lima pertandingan resmi Inter Milan yang berakhir dengan pemecatannya.

Meski Gasperini dianggap gagal, namun Ranieri enggan memberikan komentar untuk pendahulunya.

“Dia mencoba untuk membuat sistem yang diyakininya bekerja, namun sayang dia gagal. Saya kira dia tak bisa dikritik, dia sudah mencoba menuangkan idenya,” kata Ranieri yang juga pernah melatih Valencia.

Dan apa yang akan dilakukan Ranieri untuk mengangkat Inter dari keterpurukan?

“Inter adalah klub besar, kami harus kembali berlari setelah start buruk ini. Inter memiliki semuanya untuk mengangkat prestasi tim,” kata Ranieri.

“Saya tak ingin menjanjikan sesuatu. Saya hanya menginginkan yang terbaik dari para pemain yang punya banyak hal untuk diberikan,” papar dia.

Sebenarnya, Inter juga mengincar Fabio Capello. Sayangnya, Capello lebih memilih menyelesaikan kontraknya dengan timnas Inggris hingga Euro 2012.