Posts tagged "para"

Kalau Bisa, Hindari! Ini Derita Para Pekerja Shift Malam

Rahma Lillahi Sativa – detikHealth

Jumat, 25/07/2014 20:02 WIB

Index Artikel Ini   Klik “Next” untuk membaca artikel selanjutnya 1 dari 6 Next »
Jakarta - Tak semua jenis pekerjaan memberlakukan sistem shift untuk pegawainya. Meskipun berdampak positif bagi perusahaan, namun berbagai studi mengemukakan bahwa sistem ini justru tidak ‘sehat’ bagi pegawai yang mendapatkan jatah kerja malam tersebut.

Shift malam sendiri biasanya kita dapati pada pekerja seperti perawat, sekuriti, polisi, kru penerbangan dan staf perhotelan. Lantas derita apa yang menghantui mereka karena sistem shift tersebut? Simak uraian yang berhasil dirangkum detikHealth, Jumat (25/7/2014) berikut ini.

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini


3

Posted by GokiL - July 25, 2014 at 8:21 pm

Categories: GokiL   Tags: , , , , , , ,

Majlis Al Jin di Oman, Inikah Tempat Berkumpul Para Jin?

Jakarta – Siapa yang tak merinding saat mendengar namanya. Majlis Al Jin adalah salah satu gua bawah tanah paling besar di dunia yang berada di Oman. Mengapa gua ini dinamakan sebagai majelis para jin?

Di dekat Desa Dins, di Willyat Qurrayat, Muscat, Oman, ada gua bawah tanah yang namanya cukup unik. Ditengok dari situs resmi pariwisata Oman, Kamis (3/7/2014) gua yang berada di dataran tinggi Salma ini bernama Majlis Al Jinn atau yang berarti Tempat Perkumpulan Jin.

Mengapa begitu? Karena banyak hal misterius yang terjadi di sana. Menurut CNN, sering terdengar bunyi-bunyi aneh dari ketiga pintu atau lubang gua. Dalam penjelasan ilmiah, logis saja terdengar bunyi aneh lantaran itu adalah gua bawah tanah.

Gua ini ditemukan tidak sengaja oleh pasangan suami istri Don Davidson dan Cheryl Jones. Mereka membuka pintu gua pertama tahun 1983 saat mereka sedang mencari batu berkarbonasi. Pembukaan pintu gua dan ketiga dilakukan kedua orang ini hingga tahun 1985.

Sayangnya, saat penjelajahan, salah satu dari mereka tidak bisa kembali ke atas. Sejauh yang diketahui, panjang gua ini mencapai 310 meter dan tingginya mencapai 225 meter. Namun, menurut penelitian, luas total dari gua ini mencapai 58 ribu meter persegi dengan kapasitas volume gua 4 juta meter kubik.

Dibutuhkan pendakian gunung sejauh 1.300 meter untuk sampai ke mulut gua. Kemudian, masuk ke dalam gua hanya bisa dengan tali dan turun ke bawah. Menurut ahli geologi, umur gua ini sudh mencapai 50 juta tahun.

Dinas pariwisata setempat sedang mengembangkan gua megah nan misterius ini. Ada juga paket wisata untuk masuk ke dalam gua. Salah satu operator tur yang melayani paket wisata ke sini adalah Sun & Sand Tours.

Posted by GokiL - July 3, 2014 at 8:29 pm

Categories: GokiL   Tags: , , , , ,

Hai Para Capres, 4 Juta Korban Napza Juga Butuh Diperhatikan

Jakarta, Komitmen para calon pemimpin soal penanganan Napza (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif Lainnya) dinilai masih kurang. Banyak korban Napza yang tidak mendapat akses rehabilitasi dan justru dikriminalkan dengan masuk bui.

“Napza, terorisme, dan korupsi itu termasuk extraordinary crime. Tapi lihat saja capres-capres lebih banyak teriak soal korupsi, soal Napza belum tersentuh sama sekali,” kata Sally, Humas PKNI (Persaudaraan Korban Napza Indonesia), Minggu (22/6/2014).

Ditemui dalam kampanye kreatif ‘Dukung, Jangan Menghukum!’ di arena Car Free Day, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Sally mengungkap masih kuatnya stigma negatif terhadap korban Napza. Bukan dibantu untuk lepas ketergantungan, tetapi justru mendapat hukuman berat dari lingkungan.

Memasukkan pecandu napza ke dalam penjara, menurut Sally tidak akan menyelesaikan persoalan. Pecandu butuh rehabilitasi untuk lepas dari ketergantungan, sedangkan di penjara fasilitas tersebut tidak tersedia. Justru, di dalam penjara pemakaian napza lebih susah dikontrol.

“Di luar, minimal masih bisa diarahkan untuk pakai jarum yang steril. Di penjara siapa yang jamin itu steril,” lanjut Sally. Penggunaan jarum suntik secara bergantian membuat para pecandu Napza rentan berbagai infeksi, mulai dari HIV (Human Imunodeficiency Virus) hingga Hepatitis C.

Begitu juga dengan korban Napza dari kalangan remaja. Menurut Sally, masih banyak remaja yang serta-merta dikeluarkan dari sekolah begitu ketahuan memakai napza. Bagaimana nasib mereka setelah dikeluarkan, termasuk risiko untuk semakin terjerumus, seolah tidak ada yang memikirkan.

“Ada 4 juta korban napza di Indonesia, 1 juta di antaranya remaja. Dari angka tersebut, saya kira tidak sampa1 10 persen yang bisa mengakses layanan rehabilitasi,” keluh Sally.

Jadi bagaimana ini, wahai para Capres?

(up/ajg)

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini

Posted by GokiL - June 22, 2014 at 11:22 am

Categories: GokiL   Tags: , , , , , , ,

Bukannya Nikmat, Orgasme Justru Terasa Menyiksa Bagi Para Wanita Ini

Radian Nyi Sukmasari – detikHealth

Jumat, 06/06/2014 12:01 WIB

Index Artikel Ini   Klik “Next” untuk membaca artikel selanjutnya 1 dari 5 Next »
Jakarta - Ketika mencapai orgasme saat bercinta, bisa jadi perasaan senang dialami pria maupun wanita karena mereka bisa merasakan kepuasan di ranjang. Tapi pada kenyataannya, orgasme justru bisa membuat beberapa wanita tersiksa, lho.

Orgasme yang awalnya dirasa menyenangkan lama kelamaan justru membuat wanita-wanita ini tersiksa. Siapakah mereka? berikut wanita-wanita yang justru tersiksa karena tak bisa merasakan nikmatnya orgasme seperti dirangkum detikHealth, Jumat (6/6/2014):

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini


3

Posted by GokiL - June 6, 2014 at 2:22 pm

Categories: GokiL   Tags: , , , , , , , ,

Boarding Call Dihapus, Para Difabel Akan Dilayani Khusus di Juanda

Jakarta – Mulai hari ini, boarding call di Bandara Juanda Surabaya resmi ditiadakan. Namun pihak bandara menjamin para difabel akan dilayani khusus untuk bisa mencapai pesawat mereka.

“Untuk saudara yang mempunyai keterbatasan akan dibantu diberikan layanan khusus untuk boarding sesuai pesawatnya,” ujar Humas PT Angkasa Pura (AP) I Hendy Heriyudhitianto, Sabtu (31/5/2014).

Menurut Hendy, merujuk di Bandara Changi, Singapura, kaum difabel juga nyaman naik ke pesawat. Mereka bisa naik pesawat sesuai dengan waktunya. Pihak AP I hingga kini tetap mensosialisasikan peniadaan boarding call di Bandara Juanda. Masukan dari beberapa lembaga juga terus diperhatikan.

“Ada masukan dari YLKI untuk lebih diperpanjang sosialisasi dan diberitahukan pada saudara kita yang punya keterbatasan. Kita pun sudah mengantisipasi,” katanya.

Penghapusan boarding call di Juanda merujuk pada bandara kelas dunia seperti Changi, Singapura. Dengan dihapusnya boarding call tersebut, maka diharapkan penumpang mendapat kenyamanan mengingat padatnya Bandara Juanda. Pengumuman naik ke pesawat akan lebih diotimalkan melalui pengumuman visual melalui layar LCD.

Posted by GokiL - June 2, 2014 at 5:29 am

Categories: GokiL   Tags: , , , , , , , ,

Next Page »